Kisah Enha

Rabu, 23 Desember 2009
Malam itu, gue nggak pulang ke rumah. Gue dan beberapa orang minoritas lainnya tetap bertahan di kosan kita, Enha 2, yang super sepi. Malam itu sekitar pukul 21.30 gue memutuskan untuk mandi. Di kamar mandi, setelah nyuci, gue menyalakan shower dan mandi. Gue memejamkan mata dan air shower deras mengalir.

Tidak berapa lama, Masya Allah, gue merasakan ada sesuatu di kepala gue. God, itu seperti tangan lain selain dua tangan gue! Dan gak lama gue seperti dijambak! dan benar2 dijambak keras. Gue teriak sekeras2nya, dan dengan sisa kesadaran gue matikan shower dan melihat ke atas. Oh God itu ada sebuah, atau mungkin sepotong TANGAN yang hanya sampai pergelangan menggantung di shower gue, menggerak-gerakkan jari2nya seakan mencari sesuatu untuk dijambak lagi.

Masya Allah lemeees banget rasanya! Dengan sisa keberanian setelah berpakaian lengkap gue buka pintu kamar dan teriak sekenceng2nya memanggil temen2 gue yang gue tau ada di kosan malem itu. “anaaaaaa…..abaaaaanggg…..”. Gue memanggil Ana dan Dara (yg gue panggil abang), dua orang yang kamarnya ga jauh dr gue. “Buruuuaaan kesiniiii!!!”.
Gak lama kemudian, mereka dtg sambil kebingungan, “Kenapa nis?? kenapa??”.
Gue, “Ada tangan di kamar mandi gue, sumpah!!”
“Hah?! Tangan apaan??”
“Liat aja sendiri!”

dan mereka gue ajak masuk ke kamar mandi gue. Tangan itu masih disana. Masih menggerak2an jarinya. Dengan potongannya yang sampai pergelangan dan bekas2 seperti sisa darah di pangkalnya.
“Masya Allah Masya Allah!!!”
Dara mulai baca2 saat itu, “Nis kita baca2 aja, itu pasti kan setan!”
Gue mengiyakan. Refleks gue baca Ash-Shaff, memang rada kurang nyambung dengan kondisi yang ada, tapi otak bawah sadar gue menyuruh baca itu mungkin karena itu yg lagi gue apalin jadi melekat bgt.
“Nis, lo jangan baca Ash-Shaff, ayat kursi aja!! Kalo bacanya bareng2 kan setannya lbh takut” kata Ana.
“Oh iya na maap2 gue lupa” akhirnya gue Ana dan Dara membaca ayat kursi bersama2.

Selang agak lama, kita mulai berpikir sedikit rasional.
“Kita panggil bapak2 satpam aja deh” kata Ana.
Gue dan Dara sepakat. Walau masih agak bingung terus kenapa amat kalo ada bapak satpam, emang dia bisa ngusir setan, tp ga papa lah yang penting takutnya ga cuma ber3. Tapi krn kita ber3 dalam kondisi gak siap bertemu laki2, akhirnya kita memutuskan secara cepat,
“Udah pake mukena aja buruan!” gue bilang.
Akhirnya kita keluar kamar, ambil mukena dan buru2 menuju tangga bawah untuk memanggil bapak satpam.
Setelah teriak2 dan meminta bapaknya naik, gak lama kemudian kita ber3 dan bapak satpam tadi menuju kamar gue. Setelah menjelaskan masalahnya dengan singkat, bapak itu masuk dan membuka pintu kamar mandi. Bapak satpamnya agak membuat gue serem, gak kayak biasanya, bapaknya terlihat lebih dingin dan kaku. Gue agak bergidik, dan sempet melihat tangannya, siapa tau ternyata putus satu, dan…. Argh parno bgt!

Pintu kamar mandi dibuka.
“Ga ada apa2 mbak….” kata sang bapak.
Kami menengok. Kamar mandi gue aman damai. Tangan sialan itu gak ada sama sekali.
Shit ini kayak cerita2 horor di tipi2, pas bantuan dtg,setannya ngumpet. dan kita akan menjadi seseorang yang terkesan pembohong, lebay, atau cari perhatian.
“Ya udah, kalian malam ini tidurnya ber3 aja” lanjut si bapak.
Akhirnya, setelah minta maaf dan bilang terima kasih,kita ber3 ke kamarnya Ana yg paling gede diantara kamar kita dan paling jauh dari kamar mandi gue.
Di dalam kamar, kita gak bisa tidur, masih gemeter2 gitu.

Tiba2, gue teringat sesuatu, Oh God cucian gue ada di kamar mandi! dan salah satunya itu berisi jilbab yang mau gue pake hr Jumat. Gue harus banget ngejemur malem ini, biar ntar udah kering dan bisa gue pake hari Jumat. Klo nunggu besok pagi bisa2 ga kering dan itu artinya gue akan pake baju yang gak matching sama jilbabnya. Resikonya terlalu besar. Akhirnya gue mengambil keputusan,
“Na, gue mo balik ke kamar, mo ambil cucian mo gue jemur na”
“Ah gila ya lo??”
“Mesti dijemur malem ini na, kalo nggak ntar ga kering, baju gue matchingnya cuma ama jilbab itu”

Akhirnya gue memberanikan diri balik ke kamar gue sendirian (gak akan ada yang mau nemenin). Bismillah,gue buka pintu kamar. Deg, pintu kamar mandi menunggu. Krek…gue buka pintunya, dan…
Oh God tangan itu ada lagi!!!! Mau mati rasanya! Tangan itu skrg lebih agresif, dia bergerak (or terbang or something) ke arah gue!! dan….

Deg….mata gue yang terpejam terbuka dengan cepat dan terkejut. Air shower masih deras mengalir. Kepala terasa sangat dingin karena air drtd tidak berhenti menghujamnya. Gue tengok ke atas. Gak ada apa-apa. gak ada tangan. Gue tengok ke samping, cucian gue masih ada dengan jilbab itu. Oh God, apa itu tadi. Ilusi kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s