Rabbani

Pada tanggal 17 Agustus kemarin, bertepatan dengan 65 tahunnya kemerdekaan negara kita, dan berarti pula bertepatan dengan tanggalan merah libur nasional, saya dan keluarga pergi ke Toko Rabbani Rawamangun.

 

Toko Rabbani Rawamangun


Untuk para perempuan, terutama yang berjilbab, pasti tidak asing lagi mendengar nama Rabbani. Salah satu pelopor kerudung instan (atau biasa disebut bergo) di Indonesia. Kebetulan, ada toko Rabbani baru di daerah Rawamangun. Toko baru ini toko Rabbani terbesar yang saya tau. Terdiri dari 5 lantai dan gedung yang cukup luas. Nah, apa yang seru disini?

Ada sebersit kekaguman saya akan toko kali ini.

Yang saya lihat awalnya, karena memang target pasar dari toko ini adalah muslim dan muslimah (terutama muslimah) maka pegawai-pegawai disini sangat sopan dalam berpakaian. Semua karyawan wanitanya memakai gamis dengan warna khas Rabbani pink-ungu dan jilbab yang menutupi dada. Adem deh ngeliatnya. Tidak seperti SPG-SPG yang sering saya lihat di PRJ dengan rok-rok mini dan kaus ketat.

Kekaguman saya selanjutnya ketika masuk adzan Zuhur. Lagu nasyid atau lagu islami yang selalu diputar kemudian dimatikan dan diganti dengan kumandang adzan di seluruh lantai toko. Setidaknya, tidak mungkin ada pengunjung yang tidak mendengar adanya adzan. Ketika adzan selesai berkumandang, ada pengumuman dari pengeras suara yang menyatakan bahwa aktivitas toko akan dihentikan dan diharap seluruh karyawan dan pengunjung menuju tempat sholat di ground floor untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah.

Waw, saat itu, untung saja saya sudah di depan kasir, sehingga saya menjadi pelanggan terakhir yang dilayani sebelum aktivitas toko dihentikan sementara. Setelah itu, saya menuju ground floor untuk melaksanakan sholat Zuhur. Ternyata benar, seluruh karyawan dan pengunjung sedang bergegas untuk melaksanakan sholat Zuhur berjamaah. Saya pun ikut mengantri wudhu bersama karyawan dan pengunjung lainnya. Kemudian kami sholat Zuhur berjamaah.

Mungkin hal seperti ini biasa terjadi di negara-negara seperti Arab Saudi, tapi di Indonesia sendiri ini pertama kalinya saya menemukan toko yang mengajak pengunjungnya untuk sholat berjamaah, dan hal ini dikonkritkan dengan dihentikannya sementara segala aktivitas toko. Terlepas dari apakah hal ini hanya akan dilaksanakan di bulan Ramadhan atau tidak, saya mengapresiasi kebijakan tersebut. Kebijakan yang mungkin tak berani diambil oleh semua toko dengan segala pertimbangan keduniawian.

Kemudian saya berpikir lagi. Ah, inilah salah satu keuntungan menjadi orang kaya. Hehehe… Dengan menjadi orang kaya, pemilik toko tersebut bisa membangun toko dan kemudian menetapkan kebijakan yang sesuai dengan keyakinannya di tokonya tersebut. Bukan hanya mendapatkan keuntungan dari penjualan, ia juga bisa mendapatkan pahala yang berlipat akan kondisi kondusif yang ia ciptakan untuk orang lain beribadah tepat waktu.

Kunjungan ke toko itu cukup mengesankan. Semoga apa yang baik yang ada disana tetap dipertahankan, saya berharap demikian. Dan semoga akan selalu ada hikmah bagi orang-orang yang merasakan kebaikan di dalamnya.

3 thoughts on “Rabbani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s