SPMB 2006

Esok adalah hari SIMAK UI. Dan saya, sebagai salah satu pengawas, menjadi teringat akan momen yang nyaris sama sekitar empat tahun silam. Ya, SPMB.

Mengingat SPMB bagi saya awalnya adalah mengingat bagaimana saya mempersiapkan diri. Mulai dari ikut serta dalam bimbel, try out, sampai pemilihan jurusan dan universitas. Nah, terkait hal yang terakhir ini, saya punya cerita sendiri.

Dari awal, tujuan universitas saya untuk S1 hanya satu: UI. Titik. Ga pake koma. Ga pake tambahan apa-apa. Maka itu, semua pilihan saya pastilah di UI. Pertanyaannya adalah, tapi jurusannya apa nih??

Nah, ini juga yang membingungkan. Dulu waktu SMA, saya sudah bertekad pokoknya mengambil jurusan IPS. Kenapa? (1) Saya yakin otak saya gak akan bisa lagi menerima pelajaran2 IPA macem fisika yang saya bahkan udah lupa rumus v itu v=s/t atau v=s x t. (2) Saya memang berniat ambil IPA hanya di SMA, karena menurut saya bagus untuk perkembangan remaja, sedangkan untuk dunia kuliah, sosial donk! Kan di dunia sebenarnya juga kita lebih banyak membutuhkan ilmu sosial. Yah, itu pikiran saya.

Pilihan saya tertuju pada HI UI. Dan pilihan keduanya Psikologi UI. Harga mati. Ga bisa nawar lagi. Bahkan saya udah apal kode jurusan HI. Bahkan saya udah sampe email2in Shofwan Al-Banna minta disemangatin. Bahkan di dinding belakang kelas XII IPA 2 telah tertulis dengan indahnya tulisan “HI UI atau PSIKOLOGI UI, I’M COMING!!” di atas foto saya, dimana semua anak di kelas saya menempel fotonya dan harapan kuliahnya di karton besar di belakang kelas.

Tapi, karena saya inginnya ikut IPC (dengan alasan ga mau rugi, walau bagaimanapun milih 2 jurusan dengan 3 jurusan probablitasnya kan besaran 3), saya harus memilih pilihan IPA donk. Wah, ini berat sekali bagi saya. Dulu, pilihan saya adalah: HI UI-Fasilkom UI-Psikologi UI. Tapi, kandas dalam waktu singkat. Melihat teman-teman saya yang diberi Allah SWT karunia otak jauh lebih pintar banyak yang memilih Fasilkom, saya memilih mundur setelah merasa tersudut dengan pemikiran nyadar-dong-lo. Pilihan saya berganti menjadi HI UI-Teknik Industri UI-Psikologi UI. Kali ini, saya sempat konsultasi dengan guru bimbel saya. Dan apa yang beliau katakan?
“Wah nis, Teknik Industri itu, cewek-cowok yang pinter itu mau masuk sana”
Terima kasih. Maksud bapak saya bego?
Ya sudahlah, saya akhirnya membatalkan lagi pilihan itu. Pilihan terakhir akhirnya adalah Teknik Metalurgi UI. Urutannya: HI UI-Psikologi UI-Teknik Metalurgi UI. Dengan harapan dan doa setiap harinya, “Ya Allah….aku rela dengan keputusanMu, tapi kalo bisa jangan pilihan ketiga, please…”

Terkait pilihan ketiga saya ini, banyak konsekuensinya. Karena kakak saya juga adalah anak Metalurgi 2005, dimana kalau dia tahu saya juga pilih Metalurgi minimal dia akan ikut SPMB lagi demi menghindari “kebersamaan” itu, akhirnya saya merahasiakan pilihan itu. Pokoknya, kakak saya taunya saya pilih Teknik Industri. Dan karena itu pula, saya berdoa2 jangan sampai masuk ke pilihan ketiga karena kata mama saya disana anaknya serem2 dan rambutnya gimbal2.

Namun, sekeras apapun kita berusaha, Allah SWT akan membelokkan kita pada pilihanNya yang menurutNya terbaik. Saya tiba2 malah condong ke AKuntansi UI, dengan 3 alasan:
(1) Teman2 IPA yang pilih IPC nyaris semua pilih Akuntansi UI, dan mereka katakan, “Kalo murtad dari IPA mah, pilihnya akuntansi! ya gak ya gak??”
(2) Saya melihat sebuah forum dimana orang2 disana sedang membahas keunggulan jurusan Akuntansi. Mereka bilang, “Setiap perusahaan itu butuh akuntan, karena perusahaan apapun, kan harus bikin laporan keuangan…dst dst”
(3) Ini faktor kecongkakan dan kesombongan saya sebagai makhluk yang sebenernya ga pinter2 amat. Saya pikir, passing grade IPS tertinggi adalah HI UI. Namun, seorang kawan mengatakan, “Nggak tahu, paling tinggi itu masih Akuntansi UI”. dan dia menyentuh satu bagian diri saya: TANTANGAN. dan saya yang -lagi-lagi saya katakan, ga pinter2 amat- tertantang untuk mengambil jurusan yang (katanya) passing gradenya paling tinggi se-Indonesia itu.

Sekitar H-2 bulan SPMB, pilihan saya berubah menjadi Akuntansi UI-Psikologi UI- Teknik Metalurgi UI. Bismillah. FIX. Doanya juga masih fix, ” “Ya Allah….aku rela dengan keputusanMu, tapi kalo bisa jangan pilihan ketiga, please…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s