Sebagian Potret Gubernur Kita

Seorang pemimpin seharusnya merupakan sosok yang dapat menjadi teladan bagi yang dipimpinnya, mengayomi, melayani, mengabdi, dan kata-kata kerja lainnya yang mencerminkan usaha untuk memberikan kebermanfaatan sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Itulah sebabnya berita yang akhir-akhir ini saya baca begitu sedih dan menyakitkan. 17 Gubernur di Indonesia Berstatus Tersangka. Begitu Kompas memberi judul pada kolom beritanya.

Kemendagri mencatat sampai saat ini tercatat 17 dari 33 gubernur berstatus tersangka.  Tujuh belas, yang artinya separuh dari puncak pimpinan propinsi di Indonesia. Berikut adalah beberapa dari tersangka tersebut:

  1. Gubernur Bengkulu (kasus korupsi dana bagi hasil PBB)
  2. Gubernur Sumatera Utara (kasus korupsi keuangan daerah Kab.Langkat)
  3. Gubernur Kepulauan Riau (kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran)
  4. Gubernur Kalimantan Timur (kasus korupsi penjualan saham PT Kaltim Prima Coal)
  5. Gubernur Kalimantan Selatan (kasus korupsi pembebasan tanah)

Ini adalah evaluasi besar. Mengapa para pemimpin yang selayaknya menyejahterakan rakyatnya malah memakan uang yang bukan hak nya. Ada beberapa pendapat yang muncul terkait alasan korupsi Gubernur ini:

  • Dana kampanye yang besar
  • Gaji yang “tidak mencukupi”

Keduanya ada korelasinya. Dana kampanye yang besar, menuntut para Gubernur tersebut untuk bekerja keras mengembalikan dana yang telah mereka keluarkan. Sayangnya, gaji yang diberikan tidaklah mencukupi. Gaji Gubernur paling tinggi adalah Rp 90 juta per bulan (Gubernur DKI Jakarta), sedangkan dana kampanye yang dibutuhkan bisa milyaran. Bila diakumulasikan dengan masa jabatan pun takkan cukup.

Ah, hanya karena itukah? Bukankah para pemimpin seharusnya sadar, bila mereka telah siap menjadi pemimpin bagi cakupan yang lebih luas, maka janganlah berpikir yang enak-enak, yang mewah-mewah, yang indah-indah, berpikirlah bahwa apabila ada keledai yang tersesat di dalam hutan yang masih menjadi daerah pimpinannya, lalu ia terperosok ke dalam lubang dan kemudian mati kelaparan, khawatirlah bahwa ia pun akan dimintai pertanggungjawaban akan hal itu….

Sumber: http://www.kompas.com dan beberapa sumber lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s