April Mop

Menjelang berakhirnya bulan Maret, biasanya ada sebuah “tradisi” yang dulu waktu saya masih pakai seragam putih-biru dan masih nulis sms dengan huruf gEdE kEciL sering lakukan, yakni April Mop. April Mop, yang jatuh di tanggal 1 April, merupakan hari dimana setiap orang diperbolehkan untuk berbohong kepada orang lain (biasanya dengan maksud mengerjai atau bercanda).

Tak banyak yang tau asal muasal April Mop ini, selain bukan berasal dari Indonesia, juga sebagian dari kita terkadang tak terlalu ambil pusing akan sejarah dari sesuatu yang kita lakukan. Banyak versi yang mengungkapkan asal mula April Mop ini, ada yang mengatakan April Mop adalah budaya Prancis yang menetapkan tahun baru di bulan April dan merayakan pesta dan dansa sampai pagi, ada yang mengatakan ini adalah tradisi Romawi kuno dari perayaan festival Ceres (dewi panen yang putrinya diculik Pluto), ada pula yang mengatakan ini adalah bentuk perayaan kemenangan tentara Salib akan muslim Spanyol.

Saya tertarik membahas versi yang terakhir.

April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H. Salah satu episode sejarah yang amat menyakitkan dan kelam bagi kaum muslim. Saat itu, Spanyol merupakan negara yang aman dan makmur sejak dibebaskan oleh Panglima Thariq bin Ziyad pada abad ke-8. Banyak penduduk berbondong-bondong masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Membaca Al-Qur’an, berakhlak mulia, tidak meminum minuman keras, dan menjalankan perintah Allah lainnya.

Enam abad lamanya mereka menjalani kehidupan seperti itu. Namun seperti kita tahu, pasti ada saja pihak yang tidak suka akan perubahan pihak lain ke arah yang lebih baik. Kaum kafir yang tinggal di sekitar Spanyol terus berupaya menaklukkan Islam di Spanyol dengan berbagai cara. Upaya pelemahan iman dilakukan dengan secara diam-diam mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Memperdengarkan musik untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an, dan juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniupkan perpecahan ke dalam tubuh umat.

Upaya ini kemudian membuahkan hasil. Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Sejak saat itu, penyerangan demi penyerangan yang kejam dan sadis berlangsung dan pembantaian muslim Spanyol tak berhenti.

Lalu, dimana hubungannya dengan “April Mop” yang katanya boleh berbohong itu?

Nah, ada sebuah daerah bernama Granada. Sebuah daerah yang belum dikuasai oleh tentara salib. Melihat masih banyaknya muslim yang bersembunyi di rumah-rumah mereka, tentara salib menginstruksikan bahwa bagi mereka yang mau meninggalkan rumah, diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan kapal yang telah disiapkan.

Berbondong-bondong mereka menuju pelabuhan, sambil melihat rumah mereka dibakar oleh para tentara salib. Namun sesampainya di pelabuhan, apa yang terjadi? Tentara salib membakar kapal yang akan membawa mereka keluar Spanyol.

Kaum muslim terjepit, tidak bisa kemana-mana dan telah sukses ditipu. Mereka kemudian dibantai habis-habisan di pelabuhan tersebut sampai air laut berubah warna menjadi merah kehitaman…….

Tragedi ini terjadi pada tanggal 1 April. Yang kemudian diperingati sebagai hari dimana seseorang boleh berbohong dan menipu orang lain. Apapun versinya, tetapi sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita mengikuti sesuatu dengan alasan yang jelas dan tidak sekedar ikut-ikutan.🙂

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud)

Sumber: http://www.eramuslim.com dan sumber lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s