Long Road to Tobelo

Kali ini, saya akan bercerita tentang perjalanan saya dan kawan-kawan menuju Tobelo, Halmahera Utara. Perjalanan kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Kami menjadi lebih rempong menyiapkan keberangkatan yang harus ditempuh dengan jalur udara, laut, dan darat ini sekaligus. Jarak yang jauh dan terpencil ditambah keterbatasan transportasi membuat sesi persiapan menjadi lebih heboh dari biasanya.

Kami berangkat ke Tobelo pada hari Senin malam, atau bisa dikatakan Selasa pagi, karena pesawat Batavia Air yang akan kami tumpangi sampai Ternate berangkat pukul 01:25 pagi. Sekitar pukul 22:00 kami berangkat dari kantor dan menunggu pergantian hari di boarding room yang sepi dengan tampang ngantuk-belel.

Boarding Room Soetta

Pesawat akhirnya berangkat di sepertiga malam terakhir. Dengan kondisi tersebut, tentu kami ingin memanfaatkan waktu kurang lebih 3,5 jam dengan tidur di pesawat. Namun ternyata ooooh tidak bisaaaaa… AC di pesawat sangat amatlah teramat dingin sekali dan benar-benar tidak manusiawi untuk penumpang-penumpang bertampang ngantuk-belel tersebut. Jadilah kami tidur-tidur ayam sambil sesekali terbangun untuk mengubah posisi atau mencari cara agar badan bisa lebih hangat (walau jaket tebal sudah menempel di tubuh masing-masing).

Setelah shalat Subuh, saya sempat tertidur sebentar, dan ketika membuka mata menoleh ke arah jendela pesawat, subhanallah….. Tidore berdiri dengan gagah tepat di samping pesawat!

Tidore, puncaknya di atas awan

Masih dengan decakan kagum akan pemandangan luar biasa di sisi kami, pesawat kemudian sedikit meliuk dan menyuguhkan pemandangan lain yakni lautan biru yang sangat indah, membatasi dua gugus bukit, dan terdengar awak pesawat berbicara, “Para penumpang, selamat datang di Ternate”. Well, here we are!


Sampai Ternate, setelah bertemu dengan para penjemput dan sarapan, kami segera menuju tempat pemberangkatan selanjutnya yang akan membawa kami ke Sofifi.

Padahal waktu di Jakarta bilangnya naik feri😦

Ya! Speedboat dengan manisnya telah menunggu kami. Untuk saya, ini pertama kalinya saya naik speedboat. Excited, walau agak deg-degan juga. Akhirnya, berbekal tolak angin cair, jaket, selipan dzikir, serta blackberry masing-masing (buat update status geto lohhh), kami menaiki speedboat.
Woohooo!!! Ternyata seruu!! Dan kami merasa aman karena lautan sangat tenang dan speedboat melaju cepat. Untuk warga Jakarta seperti saya yang setiap harinya memandang mobil berbaris di jalan serta gedung mentereng, memandang lautan luas serta pegunungan merupakan terapi tersendiri.

Masjid Agung Ternate dari kejauhan

Setelah sekitar 30 menit, sampailah kami di Sofifi. Namun perjalanan belum usai. Kami masih harus melewati jalur darat lagi selama sekitar 3 jam. Akhirnya kami naik mobil dan meneruskan perjalanan.

Perjalanan masih panjang

Nah, walaupun terpencil, tapi lihat deh, jalanannya sudah bagus kan? Ini salah satu poin yang kami acungi jempol. Akses menuju Tobelo menjadi tertolong dengan jalanannya yang mulus.

Setelah sekitar 3 jam, AKHIRNYA kami sampai juga di Tobelo! Total perjalanan sekitar 10 jam, dan kami masih di Indonesia lohh =). Di kota inilah, kami akan singgah selama 4 hari untuk menjadi narasumber pelatihan penatausahaan dan akuntansi. Nah, bagaimana cerita kami selama disana? Kita nantikan setelah pesan-pesan berikut ini….😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s