Bukan Sekadar “Pembeli adalah Raja”

Cerita ini bermula dari perjalanan pulang saya sehabis menghadiri walimah seorang teman di Banjarnegara hari Minggu tanggal 5 Juni. Kami pulang pukul 11:00 melewati jalur utara dan saat magrib (sekitar pukul 6 sore) singgah di sebuah rumah makan.

Restoran Pringsewu

Restoran Pringsewu Cirebon menjadi pilihan kami, selain karena strategi marketingnya yang membuat penasaran (dari 60 km sebelumnya terpasang papan pemberitahuan countdown lokasi), kami juga ingin mengambil gratisan yang kami dapatkan dari brosur-brosur yang diberikan di pintu tol Bakrie.

Lumayan gratis gurame crispy

Kami ber-12 akhirnya masuk ke restoran. Sebenarnya, hanya satu orang yang ingin makan, karena tadi pukul 3 sore kami sudah makan di dekat Brebes. Namun, satu orang kawan ini belum merasa lapar sehingga ia tidak ikut makan. Jadilah kami menemani beliau makan kali ini sekaligus numpang sholat magrib. Tidak lupa kami menukarkan brosur dan mendapatkan 2 porsi gurame crispy gratis.

Setelah selesai sholat magrib, ternyata di gubug lesehan kami ada mas-mas pelayannya yang sedang mengajari dan memberikan permainan sulap kartu. Oh, ternyata permainan sulap kartu menjadi salah satu layanan hiburan disini. Teman-teman saya makin senang, sudah dapet gratisan gurame, numpang sholat, dapet hiburan pula, mana mas-mas nya kata temen-temen saya ganteng.

Mas-mas ganteng

Setelah puas makan dan main sulap kartu, akhirnya kami pulang. Sekitar 15 menit setelah perjalanan, tiba-tiba teman saya ditelpon oleh Pringsewu, dikabarkan bahwa ada kamera yang tertinggal di gubug lesehan kami. Tadi, mas-mas ganteng memang sempat meminta kami mengisi form kritik dan saran, disitu ada isian nomer telepon (kami isi, sebab katanya di akhir bulan akan diundi untuk mendapatkan voucher makan gratis senilai Rp 500.000).

Setelah saya cek, ternyata kamera saya yang tidak ada. Positif lah kamera saya tertinggal. Untuk kembali, rasanya tidak mungkin karena perjalanan sudah cukup jauh dan sudah malam pula, khawatir sampai Jakarta akan semakin malam. Akhirnya, saya telpon Pringsewu, meminta kamera saya disimpankan dan minta tolong dikirim lewat Tiki.

Saya minta nomer rekening sehingga saya bisa transfer biaya pengirimannya. “Untuk biaya pengiriman, kalau ada barang yang tertinggal biasanya pakai tarif kami mbak. Nanti saya bicarakan dulu dengan atasan saya ya”. Begitu kata mbak-mbak yang memegang kamera saya.

Saya pasrah saja. Saya berpikir kemungkinan besar tarif akan dimahalkan karena pengembalian barang yang tertinggal lewat paket sebenarnya sudah bukan tugas mereka. Saya terima aja deh. Yang penting kameranya balik. Si mbak-mbak berjanji akan memberi kabar esok hari.

Pada hari Senin (6 Juni) siang, si mbak-mbak sms. Isi smsnya sungguh membuat saya terharu,

“Siang mbak Annisa, untuk kameranya sudah kami paketkan via Tiki. Untuk biaya paketnya kami yang tanggung. Terima kasih.”

Huhuhu, so sweet banget gak siih…. Udah saya yang teledor ninggalin kamera, mereka mau berbaik hati mengirim balik tanpa biaya sepeserpun. Bahkan saya pun ke restoran mereka juga tanpa biaya sepeserpun untuk makan gurame crispy, numpang sholat lagi, ngebawa pulang katu-kartu sulap lagi.

Akhirnya, kemarin (Selasa, 7 Juni) siang paket sampai ke rumah. Dan kamera saya kembali dalam keadaan tanpa kurang suatu apapun.

Ini bukan sekedar pembeli adalah raja. Mereka tidak menempatkan diri sebagai pelayan yang melayani raja karena terpaksa dan tak ada pilihan. Beginilah bisnis yang mengedepankan kepuasan dan bisa mengambil hati customer.Yang dijual bukan hanya produk, makanan, minuman, tempat yang nyaman, tapi juga nama baik, kepercayaan, dan kenyamanan. =)

2 thoughts on “Bukan Sekadar “Pembeli adalah Raja”

  1. Dear Annisa

    Thanks in advance untuk kunjungannya ke cabang kami. Sebuah kebahagiaan ketika pelanggan kami pun merasa puas dan bahagia terhadap pelayanan dan tentu saja menu kami. Kami berharap masih bisa bertemu dan melanjutkan kisah romantisme a La Pringsewu dengan pelanggan. Sekali lagi terimaksih dan salam hangat dari seluruh Mitra Kerja Pringsewu Restaurant Group.

    Salam
    Managemen
    Twitter @PRINGSEWU_Resto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s