Surat Pernyataan Berjilbab

Beberapa hari yang lalu, saat saya dengan mengurus administrasi kelulusan, ada sesuatu hal yang menggelitik saya. Ada suatu surat ternyata yang harus ditandatangani. Saya lupa nama tepatnya, entah “Surat Pernyataan Berjilbab” atau “Surat Keterangan Berjilbab” atau apalah…. Yang inti isinya adalah:

“..saya bertanggungjawab penuh akan pemasangan foto berjilbab di ijazah saya…dan tidak akan menuntut FEUI”. 

Kira-kira seperti itu. Sejujurnya ada beberapa pertanyaan di benak saya. Kenapa harus ada (dan masih ada) surat pernyataan semacam itu? Sejak awal, saya berprasangka baik akan adanya surat tersebut:

1) Kemungkinan pernah ada alumni FEUI yang berjilbab dan kemudian ditolak oleh sebuah perusahaan dan kemudian dia menuntut ke FEUI
2) FEUI mengantisipasi atau mewanti-wanti lulusannya bahwa FEUI tidak bertanggungjawab atas apapun yang terjadi dengan pemasangan foto berjilbab dalam ijazah

Entah, sampai saat ini saya tak tahu alasannya, pun saya belum pernah mendengar ada sosialisasi akan urgensi surat tersebut. Mungkin saja 2 kemungkinan diatas benar-benar terjadi. Mungkin juga tidak. Saya dan kawan-kawan hanya tau surat tersebut harus ditandatangani (dengan materai) dengan format yang telah disiapkan.

Apapun alasannya, ada bagian dari hati saya yang merasa tersakiti. Saya tak bisa mendeskripsikan dengan jelas mengapa. Hanya saja, saya merasa apakah karena apa yang saya dan kawan-kawan lainnya kenakan kemudian membuat fakultas yang saya cintai sebegitu khawatirnya. Entah, mungkin memang masih ada (tapi saya tak punya datanya) perusahaan2 yang menolak wanita berjilbab. Tapi saya yakin, semakin berkembangnya jaman dan pola pikir, yang lebih penting dari seseorang bukanlah jilbab yang dikenakan di kepalanya, tapi isi kepala yang ada di balik jilbab tersebut.

Kalaupun, masih banyak yang tidak berpikir demikian, saya yakin lulusan FEUI masih cukup cerdas dan dibutuhkan di berbagai lini. Kami, bangga dan bersyukur, menjadi mahasiswa FEUI, salah satu fakultas sosial terbaik di universitas terbaik di negeri ini, dan kami dididik sebaik-baiknya untuk dapat berkontribusi optimal setelahnya, tanpa pernah terpikir bahwa FEUI begitu khawatir bahwa apa yang kami kenakan dan kami yakini merupakan kewajiban dalam agama kami akan berdampak buruk bagi masa depan kami….

dan kalaupun, kalaupun kekhawatiran FEUI tersebut benar, Demi Allah, saya yakin hal tersebut membuat saya dan kawan-kawan lainnya yang berjilbab cukup tau, untuk menilai pihak mana yang berhak mendapatkan kontribusi mereka dan mana yang tidak….

Saya hanya menyesalkan mengapa surat seperti itu masih harus ada. Yang mungkin malah bisa saja membesarkan kekhawatiran dari mahasiswa sendiri, yang sebenarnya tak perlu dikhawatirkan….

Anyway, saya jadi terpikir, bila ada surat pernyataan berjilbab, mungkin yang lebih tepat ada adalah “Surat Pernyataan Tidak Berjilbab”, yang berisi….

“saya bertanggungjawab penuh akan pemasangan foto tidak berjilbab saya dalam ijazah dan media lainnya, dan apabila saya dipanggil oleh Allah SWT sebelum saya mengenakan jilbab, saya tidak akan menuntut orangtua, teman, saudara, apalagi FEUI, di hari nanti” 

🙂

-25 Juli 2010-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s