Seri Akrual 1 – Mari Berkenalan

Terbitnya PP 71/2010 tentang SAP Berbasis Akrual membuat kita (baca: para aktivis keuangan daerah) mau tak mau harus membuka mata akan hal baru tersebut. Dibilang wacana baru banget juga mungkin sebenarnya tidak, karena terbitnya PP 71/2010 ini merupakan amanat UU 17/2003 yang sejak lama merencanakan perubahan basis SAP menjadi akrual.

Saya akan mengulas dari awal untuk memberikan pemahaman dan persepsi dasar tentang akrual. Hal ini karena tema akrual ini bukan hanya makanan para pembuat kebijakan atau pelaksana semata, namun juga banyak pihak terkait lainnya sekaligus ajang perluasan wawasan bagi kita semua.

Apa sih bedanya basis akrual dengan basis kas?

Pertanyaan ini selalu saya jumpai di setiap kesempatan mengajar basis akrual. Akuntansi berbasis akrual merupakan suatu basis dimana transaksi dan peristiwa dicatat berdasarkan substansi kejadiannya, bukan semata berdasar masuk atau keluarnya kas. Contoh mudahnya, saat kita membeli suatu barang namun kita belum membayarnya. Bahasa mudahnya, ngutang. Hehehe. Kita sudah mengakui adanya hutang (karena sudah belanja/makan tapi belum bayar, hehehe). Berbeda dengan basis kas, dimana belanja baru diakui saat kita membayar belanja tersebut, walau mungkin dibayarnya baru minggu depan atau bahkan bulan depan.

Walaupun konsepnya ialah SAP berbasis akrual, namun bisa dikatakan basis ini juga tidak menerapkan arual secara penuh. Hmm…kenapa? Hal ini karena anggaran pemerintah yang (masih) dibuat dengan basis kas otomatis membuat pelaporan realisasi anggaran (yang merupakan salah satu laporan wajib) juga disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Namun jika suatu saat nanti (dan entah kapan waktu itu akan datang) anggaran pemerintah dibuat dengan basis akrual, maka penyusunan dan penyajiannya pun akan menggunakan basis akrual dan jika saat itu benar-benar akan tiba, baru bisa dikatakan bahwa kita telah menerapkan basis akrual secara penuh.

Kapan harus diterapkannya?

Dalam peraturan tersebut, tertulis bahwa paling lambat penerapan SAP Berbasis Akrual adalah empat tahun setelah tahun anggaran 2010, yang artinya tahun anggaran 2015 pemerintah pusat maupun daerah sudah harus menerapkan SAP ini.

Sampai disini dulu Seri Akrual yang pertama. Nantikan edisi selanjutnyaaaaa! #dadahdadah

2 thoughts on “Seri Akrual 1 – Mari Berkenalan

  1. halo mbak anisa..saya bingung disuruh mbuat flowchart oleh pembimbing tesis saya tentang pihak-pihak yang terlibat dalam implementasi accrual basis di pemda. boleh dijelaskan? atau bisa digambarkan tuh flowchart-nya? saya tunggu segera. makasih sebelumnya….

  2. Halo…. sorry for late reply. Tentang pihak2 yang terlibat dalam implementasi accrual basis sebenarnya tidak banyak berbeda dengan yang selama ini kita lakukan (dengan PP 24/2005). Perbedaan utama lebih ke arah pengakuan dan pencatatan akuntansinya. Lagipula, sampai saat ini belum ada juga flowchart resmi untuk penerapan PP 71/2010 ini. Untuk bahan2 flowchart sisdur akutansi berdasarkan PP 24/2005 bisa dilihat di SE 900/316/BAKD. sebagai bahan komparasi. Goodluck🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s