Seri Akrual 6 – BAS: Dulu dan Sekarang

Jumpa lagi dengan tulisan terbaru tentang Akrual. Sebenarnya, tulisan ini masih terkait dengan tulisan sebelumnya tentang BAS. Kali ini, tema pembahasannya adalah “perbedaan”, maka saya akan membahas perbedaan tentang: (1) BAS yang kita miliki sekarang dengan BAS terdahulu, dan (2) akun-akun LO dan LRA dalam BAS terbaru. Tulisan tersebut saya bagi menjadi 2 tulisan, kali ini subtema yang pertama dulu ya (BAS yang kita miliki sekarang dengan BAS terdahulu). Biar ringkas-ringkas tulisannya. Hehehe. Beberapa bagiannya sebenarnya sudah sedikit saya ulas di komen tulisan sebelumnya, namun akan lebih baik dibuat sebuah tulisan terpisah agar lebih mudah didokumentasikan.

1. Struktur Pendapatan dan Belanja

Untuk yang pertama ini sepertinya kita semua sudah paham bahwa dalam BAS baru ini terdapat 2 jenis kode rekening Pendapatan yakni Pendapatan LRA dan Pendapatan LO serta 2 jenis kode rekening untuk biaya yakni Belanja dan Beban. Hal ini untuk mengakomodir 2 basis yang digunakan dalam PP 71/2010.

2. Struktur Rekening Belanja

Dalam Permendagri 13/2006, Belanja terbagi menjadi dua kelompok besar yakni Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Sedangkan dalam BAS terbaru berdasarkan PP 71/2010 ini, Belanja terbagi menjadi 3 kelompok besar, yakni Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja Tak Terduga. Sedangkan Beban terbagi menjadi 4 kelompok besar, yakni Beban Operasi, Beban Transfer, Beban Non Operasional, dan Beban Luar Biasa.

Dampaknya, tidak diperlukan lagi proses mapping dalam penyusunan laporan keuangan. Sebab, kode rekening yang tersusun sudah sama dengan format laporan keuangan yang ada di PP 71/2010.

3. Transfer

Dalam Permendagri 13/2006, Transfer tidak menjadi satu kode rekening tersendiri melainkan masuk menjadi bagian dari akun Belanja. Perubahan ini disebabkan antara lain natur transfer itu sendiri yang sebenarnya berbeda dengan belanja, sehingga tidak tepat bila digolongkan ke golongan yang sama dengan belanja. Transfer merupakan suatu pengeluaran yang ditujukan untuk entitas lainnya (Pemerintah Daerah lainnya), sedangkan Belanja ditujukan untuk melaksanakan suatu program dan kegiatan. Sehingga sejatinya Belanja dilakukan untuk meningkatkan pelayanan Pemda kepada masyarakat.

Namun, untuk diketahui bahwa akun “Transfer” hanya dipergunakan untuk keperluan berbasis kas dan penyusunan LRA, sehingga dalam basis akrual dan kepentingan penyusunan LO, transfer akan masuk ke dalam Beban Transfer.

4. Ekuitas

Dalam Permendagri 13/2006, Ekuitas terbagi menjadi Ekuitas Dana Lancar, Ekuitas Dana Investasi, dan Ekuitas Dana Cadangan. Sedangkan dalam BAS terbaru, Ekuitas tidak lagi dibagi-bagi melainkan hanya ada 1 jenis Ekuitas. Hal ini karena pembagian ketiga Ekuitas dalam BAS lama terkait dengan basis Kas Menuju Akrual yang digunakan saat itu, dimana ada penghubung antara LRA yang berbasis kas dengan Neraca yang berbasis akrual. Sedangkan sekarang, LRA tidak lagi terhubung ke Neraca, melainkan LO yang terhubung.

4 thoughts on “Seri Akrual 6 – BAS: Dulu dan Sekarang

  1. maaf, ini sumbernya dr mana ya?
    Skrg sy lg skripsi & pembahasannya tentang pelaporan keuangan brdasarkan SAP berbasis akrual.. Sy sangat butuh informasi tentang akun-akun yang digunakan dalam basis akrual ini.. Mohon bantuannya🙂

    • BAS untuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah ada dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yakni PMK 238 tahun 2011 tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintahan. Good luck🙂

  2. Assalamualaikum,

    Mbak Anisa, saya lagi perlu contoh2 jurnal SAP berbasis akrual…kalo mbak ada mohon bisa share…terimakasih. Wassalam…Agung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s