Decisions Are Yours

Sore ini, sambil menunggu kereta dan menikmati hujan, cerita-cerita apa ya? Hmm… Saya mau cerita aja tentang keputusan. (Bijak amat yak temanya, hueheuhe). Karena akhir-akhir ini pembicaraan tentang keputusan lagi sering dibahas.

Dalam hidup, mengambil keputusan adalah suatu keniscayaan. Kalau mau diingat, mungkin udah ratusan kali atau bahkan lebih ya kita membuat keputusan. Mulai dari memilih sekolahan, jurusan kuliah, organisasi yang diikuti, pengambilan mata kuliah, lulus berapa tahun, dll. Itu baru keputusan yang berhubungan dengan studi. Masih banyak lagi keputusan tentang hidup lainnya semisal pemilihan tempat kerja setelah kuliah, melanjutkan kuliah lagi atau tidak, kapan menikah, dan lain-lain.

Bahkan dalam keseharian kita juga membuat keputusan-keputusan kecil semisal ingin makan siang apa hari ini, mau pulang naik kereta atau naik bis, mau pakai baju apa hari ini, dan banyak lagi. Jadi, sebenarnya bisa dikatakan setiap orang berpengalaman membuat keputusan. Karena setiap hari kita menjalani hidup yang penuh pilihan.

Akan tetapi, ternyata masih banyak lho orang yang takut membuat keputusan. Sebenarnya, bukan keputusannya yang ditakutkan, tapi dampaknya. Ada yang takut kalau keputusan yang dibuat ternyata salah.

Salahkah membuat keputusan yang salah? Kalau menurut saya, membuat keputusan yang salah masih lebih baik dibanding tidak membuat keputusan. Keputusan yang salah setidaknya akan memberikan pelajaran dan pecutan. Tapi tidak membuat keputusan hanya akan menghasilkan kegamangan dan kepengecutan. Belajarlah, karena dari hal yang salah pun kita bisa belajar. Karena dari membuat keputusan kita bisa belajar bertanggungjawab. Dan ini yang lebih sulit, sebab belajar bertanggungjawab artinya mau menerima; menerima resiko, menerima kesalahan, dan menerima kenyataan…

Mengambil keputusan yang tepat dan bertanggungjawab setelahnya ialah perjuangan seumur hidup, resolusi setiap tahun. Karena kita manusia adalah makhluk pembelajar. Bila tidak, kita akan selalu berputar-putar dengan rasa takut memutuskan dan penyesalan. Padahal itu tidak mendewasakan. Menyesal tidak membuat dewasa, apalagi mengubah keadaan. Menyesal hanya akan membuat kita berlarut membayangkan apa yang seharusnya terjadi namun kenyataannya tak pernah terjadi.

So, mari kita belajar. Belajar membuat keputusan, dan melibatkan Allah dalam setiap keputusan. Belajar menerima dampak setiap keputusan, dan mengingat Allah dalam setiap manis atau pahit dampak itu. Mungkin tidak mudah, tapi apa yang tak mudah biasanya membuat kita lebih kuat setelahnya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s