Trip to Singapore-KL: DAY 2

14 Januari 2012

Tidur malam ini merupakan salah satu tidur ternyaman bagi saya. Kamar yang sejuk, bantal dan selimut yang hangat, serta jendela tepat di samping tempat tidur tingkat saya yang langsung menghadap ke jalanan Chinatown merupakan kombinasi sempurna tempat beristirahat bagi turis. Ah, ini hari kedua kami di Singapore! Kami bergegas bangun, keluar kamar untuk berwudhu dan menunaikan shalat Subuh (karena Subuhnya saat itu pukul 05.50 jadi asik bisa bangun jam 06.00 pagi). Tak lama, kami sudah siap mengantri mandi di kamar mandi. Senang juga sih sudah terbiasa bangun pagi, jadi disaat pengunjung yang lain masih tidur, kami bisa bebas pilih kamar mandi karena ternyata masih kosong.

Selesai bersiap-siap, kami turun ke bawah dan menikmati sarapan. Hmm, dasar bule, pengunjung lain rasanya cukup sarapan hanya dengan satu jenis makanan yang sudah disediakan, misal roti gandum saja, atau sereal saja. Sedangkan kami, bisa ada 3 atau 4 ronde. Sereal iya, roti gandum oke, buah makan, susu minum. Tak lupa beberapa buah kami masukkan ke tas untuk bekal bila lapar di USS nanti. #mentalkere (karena menurut Ayu, harga snack disana mahal-mahal).

Ah iya, hari ini tujuan kami cuma satu: Universal Studio Singapore! Woohoo! Itu sebabnya kami sarapan banyak ( #denial ) supaya energinya banyak dan gak gampang lemes disana nanti. Pukul delapan kami berangkat. Dari stasiun MRT Chinatown, kami menuju Harbour Front. Dari sana, kami akan naik cable car (kereta gantung) sampai Sentosa Island, tempat dimana USS berada. Sebenarnya bisa juga naik kereta biasa sampai Sentosa Island (dan lebih murah pula), tapi rasanya pingin nyoba kereta gantung Singapore itu, nggak apa-apa deh sekali-kali mahal dikit.

Kami kemudian sampai ke tempat penjualan tiket di Harbour Front Tower. Ternyata, harganya lumayan mahal sodarah-sodarah. Untuk sekali jalan, harganya SGD 24 sedangkan untuk bolak-balik sebesar SGD 26 (bisa aja ye bundling harganya). Ya jelas kami pilih bolak-balik saja. Tapi, rasa-rasanya memang harga menentukan kualitas. Keren bangeeeettt mameeeeennnn!

Rasanya beda sama kereta gantung Taman Mini

Belum sampai 15 menit, kok rasa-rasanya udah mau sampe. Dari ketinggian, kami sudah bisa melihat Hard Rock Hotel yang letaknya di Sentosa. Uhuks ternyata sebentar ya, belum puas karena di atas rasanya menyenangkan sekali.

Taraaaaaa…. finally Sentosa Island! Dan ternyata Sentosa Island luas sekali. Saya sendiri bingung, apalagi gak bisa baca peta, tambah bingung. Yang jelas, dari turun cable car kami harus naik bis sampai ke USS. Bisnya gratis kok, nyaman pula. Tinggal berdiri manis aja di haltenya.

Bukan sedang kampanye partai

Sambil menunggu, saya iseng-iseng liat peta Sentosa Island dan petunjuk-petunjuknya. Saya cuma memperhatikan gambar-gambar petunjuknya. Ada satu hal yang sangat saya apresiasi, yakni penjelasan dimana sajakah kami bisa menemukan makanan halal. Sesuatu banget. Asik nih yang kayak gini, jadi jelas, halal ya halal, haram ya haram, informasi sudah dikasih, tinggal manusianya yang memilih. Mantep dah ah.

Bis tidak lama datang, setelah perjalan yang (ternyata) cukup lama juga, kami sampai di area USS. Aaaaaaakkkkk! Norak nih norak! Biarin!šŸ™‚

I know this is mainstream, tapi bodo amat ah :p

Ada beberapa hal yang saya sangat suka untuk lakukan di dunia ini. Salah satunya adalah mencoba permainan-permainan menantang di wahana bermain. Dan USS, saya dengar punya beberapa permainan yang sangat menguji adrenalin. Argh! I really can’t wait! Lucky us, karena kita sudah beli tiket duluan lewat online jadi kita tidak perlu mengantri panjang untuk mendapatkan tiket. Bahkan, tiket tidak perlu ditukarkan karena di kertas print-an sudah tersedia barcode yang bisa di scan oleh petugas masuk. Kertas di scan, kami masuk. Gak ada adegan cap-cap Ā an seperti di Dufan. Langkah ini bagus. Mengantisipasi alay-alay yang suka minta dicap di leher atau pipi.

Masuk ke dalam, kami menemukan jalanan utama yang dipenuhi toko-toko di sebelah kanan dan kirinya. Jalannya luas, sehingga setiap orang bisa bebas sambil berfoto bersama.

Goooood this one is must be awesome! pikir saya waktu itu, ketika melihat dari jauh wahana roller coaster USS yang terkenal dahsyat itu. Dari penampakannya sudah menantang sekali. Benar-benar tidak sabar!

Human & Cylon

Seperti yang terlihat di gambar, ada dua rel di wahana tersebut. Yang rel nya biru adalah wahana Cylon, sedangkan yang rel nya merah adalah Human. Lalu apa bedanya? Sebenarnya keduanya sama-sama roller coaster. Namun, dalam wahana Cylon, posisi penumpang akan berada di bawah rel. Jadi, seperti digantung begitu. Sedangkan dalam wahana Human seperti roller coaster pada umumnya, yakni kita duduk di atas rel. Wahana Cylon jelas lebih menantang, selain posisinya yang tidak biasa, menukiknya lebih tajam dan bahkan dalam suatu waktu kita para penumpang akan disiram oleh air. Kita dijungkir balikkan, naik-turun, menukik, dalam kecepatan yang rasanya di luar batas normal. Wew! Tapi, asyik! dan bikin ketagihan! Saya naik Cylon 2 kali dan Human 1 kali.

Nah, saat naik wahana Human & Cylon ini, kita tidak diperbolehkan membawa barang apapun: tas, dompet, payung, kacamata, handphone, semua harus ditaruh di luar. Disediakan loker untuk menyimpan barang-barang tersebut. Biaya lokernya gratis untuk 30 menit pertama, bila lebih, kita akan kena charge. Nah, jadi jangan sampai lupa untuk mengambil barang bila sudah hampir 30 menit.

Selain Human & Cylon, permainan menarik lainnya antara lain wahana The Mummy. Di dalam wahana ini, kita akan dibiarkan memasuki lorong-lorong gelap yang entah berakhir dimana. Jadi, kita sendiri bertanya-tanya, sebenarnya ini wahana apa sih? Barulah kemudian di ujung lorong kita mengetahui, bahwa The Mummy juga adalah roller coaster. Apa uniknya? Uniknya adalah ini merupakan roller coaster indoor. Dan yang lebih gak sopan lagi, kita main roller coaster tersebut tanpa bisa lihat apa-apa. Yup! Gelap semuanya. Bener-bener gak sopan. Kita cuma bisa dengar suara dan sedikit cahaya apabila ada layar yang dinyalakan. Disini, roller coasternya bukan cuma selalu maju, tapi juga bisa tiba-tiba mundur dengan kecepatan tinggi tanpa kita ketahui sebelumnya, atau nukik kanan-kiri. Jadi, judulnya pasrah. Teserah deh mau diapain sama mainan ini, wong kita gak bisa ngeliat apa-apa, siapa yang tau selanjutnya bakal diapain? Serunya, roller coaster ini semacam 4D. Jadi, saat ceritanya kita di neraka, mendadak kita merasakan panas di sekeliling kita.

Di depan wahana The Mummy

Wahana menarik selanjutnya adalah The Transformers. Kami merasa sangat beruntung pergi ke USS saat wahana The Transformers sudah ada. FYI, The Transformers baru di lauching bulan Desember 2011. Artinya, baru sekitar sebulan tu wahana bediri. Hehehe. Sama seperti The Mummy, saya tak berekspektasi apa-apa terhadap wahana ini. Yang saya tahu, cuman harus pake kacamata 3D. Udah gitu aja. Saya pikir wahananya bakal duduk manis di ruangan semacam bioskop terus ditampilin film Transformers sambil digoyang-goyang kursinya. But I was wrong, this is not Dufan. Ternyata, lagi-lagi ini semacam roller coaster (demen amat yak USS ama roller coaster). Hanya saja, satu kereta hanya terdiri dari 12 orang yang terbagi di kursi depan, kursi tengah, dan kursi belakang. Kereta roller coasternya di desain seperti mobil. Benar-benar seperti mobil. Jadi, kita seakan sedang naik mobil saja.

Ya Allah…. ternyata permainan ini keren banget!!! Saya ulang, KEREN BANGET! Beneran, bukan lebay. Mungkin ini satu-satunya wahana dimana di akhir permainannya semua penumpang bertepuk tangan dan berteriak-teriak kegirangan. True. Permainan ini menggunakan efek 3D, kita seperti diajak masuk ke dalam film Transformers, bertemu autobot lainnya, dan ada sepenggal cerita yang kita mainkan. Bagaimana rasanya? Kita benar-benar seperti naik mobil balap! Bukan seperti naik roller coaster. Kita bertemu Optimus Prime, Bumble Bee, dan menjalani cerita bersama mereka. KEREN BANGET! Adegan mobil balap-balapan di jalan raya, tersedot ke dalam pusaran angin, kap depannya ditarik dan digoyang-goyang oleh robot jahat, sampai adegan mobil terjun dari puncak gedung, semua terasa real! Yang ini beneran SANGAT RECOMMENDED. Dan apa yang paling menyenangkan? Kami berhasil mencoba wahana ini 3 kali. MUAHAHAHA.

TIGA KALI!

Main-main terus, pasti lama-lama lapar dan lelah. Kami memutuskan untuk makan siang dulu. Kami menuju semacam food court atau pujasera yang hanya menyediakan makanan halal. Jelas diberitahu di petanya bahwa tempat ini menyediakan makanan halal. Makanannya mayoritas masakan melayu dan sangat mahal. Sekali makan, saya keluar sekitar (bila di convert) Rp 120.000 (kalo di kosan dulu bisa buat makan 2 minggu). Jadi, makan cukup sekali, gak ada nyemil-nyemilan, gak ada beli-beli snack. Ngirit! *nangis*

Setelah itu, waktunya sholat. Nah, jujur saya bingung banget ini. Waktu di Jakarta saya sempat googling tentang informasi tempat sholat di USS. Ternyata infonya minim. Dari pengalaman turis lainnya, ada yang mengatakan harus keluar dari kompleks USS, ada yang mengatakan bisa menggunakan pojokan-pojokan untuk sekedar gelar sajadah. Pasrah deh. Yang penting bisa sholat. Kami berinisiatif bertanya pada petugas di pujasera tersebut. Ternyata, mereka memiliki musholla. Ih wow. Surprising loh. Dan ternyata, memang tersedia musholla. Nih buat kawan-kawan yang mau kesana. Musholla USS terletak di samping tempat loker wahana Human & Cylon. Dari luar gak keliatan itu musholla, cuma ada satu pintu aja (yang biasanya tertutup). Ternyata, di dalamnya ada dua buah ruangan: ruang sholat perempuan dan laki-laki. Dipisah. Walau kecil (satu musholla paling hanya untuk 6 orang sholat), namun dengan AC yang sejuk, tempat yang bersih dan rapi, serta tempat wudhu yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, itu sudah lebih dari cukup untuk saya. Jadi buat teman-teman yang kesana, jangan sampe gak sholat ya! Seimbang kan tuh, abis main-main, sholat dulu, trus bisa main lagi kan. Hehehe.

Setelah sholat, kami siap menjelajah USS lagi. Ternyata, selain wahana, USS juga menyajikan beberapa pertunjukkan yang hanya dilangsungkan pada waktu tertentu. Jadwalnya diberikan di awal ketika kita masuk. Jadi, kita tinggal menyesuaikan jadwal main kita dengan jadwal pertunjukkan. Nggak lihat pertunjukkan juga nggak apa-apa sih, tapi sayang banget, karena pertunjukkannya bagus-bagus loh. Beberapa pertunjukkan yang kami datangi adalah Monster Rock, Shrek, dan Water World.

Pertunjukkan Monster Rock adalah petunjukkan musikal. Selama sekitar 45 menit kita disuguhkan nyanyian dan tarian modern. Seperti namanya, para pemain mengenakan kostum monster. Sangat menghibur. Apalagi saat mereka menyanyikan lagu “I want nobody nobody but you…” hehehe. Shrek tidak kalah menarik. Konsepnya 4D. Yang ini beneran duduk kayak di bioskop dan nonton film. Tapi 4D nya bikin seru. Semisal si Shrek menjatuhkan puluhan laba-laba ke bawah kakinya, mendadak kita merasakan seperti ada yang merayap dan geli-geli di kaki kita. Hihihihi lucu ya. Nah, kalo Water World ini asli keren. Dari tempat duduknya sih kayak kalo kita mau nonton aksi lumba-lumba di Ancol, tapi ini mau liat pertunjukkan action. Sekitar satu jam kita menyaksikan laga para pemain yang ceritanya perang-perangan. Ini sumpah niat abis. Karena dibangun segala benteng lah, tangki-tangki, tapi trus dirobohin, dibom, dan efek-efek ngebomnya yang keluar api beneran dan ngebakar beneran cukup membuat tribun agak panas. Tapi, disini harus siap basah. Karena sebelum api dimulai, kita akan “dikerjain” sama crew nya. Mulai dari disiram-siram air dari selang, ditembak pakai senapan air, sampai ada yang beneran dituangin air seember ke badannya. Hahaha. Yang jelas, kalo sampe dateng telat (baru mau dateng pas pertunjukkan mau mulai) atau sok-sok pake payung pas crewnya nyiram pake selang, hmmm bakal jadi santapan empuk buat di bully tuh. Bisa didatengin langsung dan disiram khusus buat kita sendiri sampe kuyup. Hahahaha.

Mereka perang-perangan disini

Penonton deg-degan bakal disiram

Setelah lelah kesana kemari. Pukul 6 sore adalah saatnya konvoi. Jadi, seluruh komponen penghibur di USS akan keluar dan konvoi. Jalanan disterilkan dan seluruh pengunjung dipersilakan duduk di kiri-kanan jalan. Beginilah suasana konvoi.

Akhirnya, pukul 21.30 kami keluar dari USS, selain kaki sudah tidak bisa kompromi lagi,Ā cable carĀ kami juga hanya beroperasi sampai pukul 22.00. Kami menaikiĀ cable carĀ lagi menuju Harbour Front Tower. Ya Allah, tidak bisa dilukiskan lagi pemandangan malam hari dari atas sana. Bayangkan saja, Singapore dengan ratusan gedung bertingkatnya yang menyala indah, ditambah kapal-kapal besar kerlap-kerlip di atas air. Apalagi, saat kami pulang, USS menyalakan kembang apinya. Pas banget. Jadi kami menyaksikan pesta kembang api dari ketinggian setara dengan lantai 15 gedung bertingkat. Meriah!

Alhamdulillah. Hari itu terlalu menyenangkan. Cerita ini pun tak bisa semuanya mewakili perasaan dan kisah. Saya tau, kami semua sangat bersyukur. Semoga akan ada hari-hari lainnya, yang se-menyenangkan hari ini.šŸ™‚

2 thoughts on “Trip to Singapore-KL: DAY 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s