Seri Akrual 7 – BAS LO vs BAS LRA

Kali ini kita lanjutkan pembahasan tentang subtema “perbedaan” yang kedua. Yaitu apa perbedaan antara akun-akun LO dengan akun-akun LRA yang ada dalam BAS terbaru. Mari kita bagi perbedaan ini dalam 2 akun besar, yakni Pendapatan dan Belanja/Beban.

PENDAPATAN

Secara umum, dan sekilas, tidak ada perbedaan antara Pendapatan LRA dengan Pendapatan LO. Struktur dan urutan pendapatannya cenderung sama. Namun, ada beberapa hal yang membedakan kedua pendapatan tersebut.

Ada di Pendapatan LO, Tidak ada di Pendapatan LRA

a. Pendapatan Non Operasional

Di dalam LO, ada kode rekening Pendapatan Non Operasional, dimana rekening tersebut tidak ditemukan di LRA. Di dalam Pendapatan Non Operasional tersebut, terdapat Surplus dari penjualan aset non lancar, dimana saat terjadi penjualan aset non lancar basis akrual akan menghitung surplus atau defisitnya (bila defisit, akan masuk ke dalam Beban Non Operasional). Berbeda dengan basis akrual, dalam basis kas kita tidak akan mencatat surplus atau defisit dari hasil penjualan aset tetap, kita hanya akan mencatat jumlah uang yang diterima tanpa memperhitungkan surplus atau defisitnya.

b. Pos Luar Biasa

Kode rekening ini ada sebab adanya bagian “Pos Luar Biasa” di LO, dimana hal tersebut tidak terdapat di LRA.

Ada di Pendapatan LRA, Tidak ada di Pendapatan LO

Dalam basis kas, penjualan aset non lancar tidak akan diperhitungkan surplus atau defisitnya melainkan hanya akan dicatat jumlah kas yang diterimanya. Dan hal tersebut akan dicatat sebagai Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan yang masuk ke dalam bagian Lain-lain PAD yang Sah. Itulah sebabnya, dalam bagian Lain-lain PAD yang Sah di LO tidak terdapat Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak Dipisahkan, sebab semua penjualan aset non lancar akan dicatat surplus/defisitnya dalam Pendapatan atau Beban Non Operasional.

BELANJA/BEBAN

Struktur Belanja dan Beban memang terlihat lebih mencolok disini. Biar lebih enak, bisa dilihat sendiri bedanya antara struktur Belanja dan Beban di gambar berikut:

Kode Rekening Belanja
Kode Rekening Beban

Sekarang saya akan fokus untuk membahas apa yang ada di Belanja namun tak ada di Beban, dan begitu pula sebaliknya.

Ada di Beban, Tidak ada di Belanja

Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pengeluaran kas tidak mungkin ada di Belanja. Diantara belanja-belanja tersebut adalah Beban Penyusutan dan Beban Penyisihan Piutang. Pada dasarnya, penyusutan dan penyisihan piutang hanyalah merupakan alokasi sistematis berupa perhitungan tanpa adanya pengeluaran kas. Penyusutan berhubungan dengan aset tetap, sedangkan penyisihan piutang berhubungan dengan piutang. Sehingga keduanya hanya ada di bagian Beban.

Selanjutnya, Beban Transfer adalah satu hal lagi yang membedakan. Dalam LRA, Transfer memiliki kode rekening sendiri (tidak masuk dalam Belanja) sesuai natur nya dalam konteks anggaran. Sedangkan dalam LO, transfer tetap dicatat dalam Beban Transfer.

Selain itu, ada pula Beban Non Operasional dan Beban Luar Biasa. Penjelasannya sama dengan Pendapatan Non Operasional dalam bagian Pendapatan.

Ada di Belanja, Tidak ada di Beban

Jenis Belanja yang tidak ada di dalam Beban ialah Belanja Modal. Dengan basis akrual, pembelian aset tetap akan langsung dicatat dan diakui sebagai aset. Berbeda dengan basis kas yang tidak mengakui pembelian aset sebagai aset melainkan masih mencatatnya sebagai Belanja, yakni Belanja Modal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s