Kesempurnaan Wanita

Saya tidak pernah setuju dengan perkataan, “Seorang wanita telah sempurna bila telah menjadi seorang ibu”. 

Menjadi seorang istri, seorang ibu, bisa jadi memang sebuah kesempatan yang amat membahagiakan sehingga sebagian besar orang menetapkannya sebagai standar kesempurnaan. Namun maafkan saya yang tidak pernah setuju.

Ah ya, tentu banyak diantara kalian pun yang tidak setuju dengan saya. Tidak apa-apa. Saya hanya sedang memikirkan wanita-wanita yang tidak berkesempatan. Mereka yang diangkat rahimnya, mereka yang mandul, mereka yang bahkan tidak pernah mencicipi pernikahan, mereka yang sakit berat, mereka yang tidak bisa merasakan apa yang ditetapkan sebagai standar-standar kesempurnaan seorang wanita. Bagi saya, mereka tetap punya kesempatan untuk merasa sempurna.

Seorang wanita dengan hati yang baik, menjadi sebaik-baik hamba bagi Tuhannya, tidak suka menyakiti orang lain saya rasa jauh lebih layak disebut sempurna. Ada banyak wanita lain di sekeliling kita dengan keterbatasan yang tak pernah mereka minta. Ada urusan yang begitu ringan bagi kita namun begitu berat bagi mereka. Maka tak usahlah menambah kesusahan hatinya dengan memberi predikat-predikat dengan standar relatif ukuran manusia. Sungguh, bagi saya, setiap wanita sempurna dengan takdirnya masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s