Hikmah Umroh

umroh 21Perjalanan umroh di awal April kemarin sedikit banyak memberikan pelajaran tersendiri untuk saya. Banyak sekali hikmah yang saya dapatkan baik dari pengalaman dan kisah orang lain maupun dari pengalaman saya sendiri selama disana. Dalam benak saya, setidaknya ada 3 hikmah utama yang saya dapatkan sepulang dari umroh:

Pertama,

Saya yakin tidak ada yang namanya ‘kebetulan’ di dunia ini. Semua pasti sudah diatur dan direncanakan sebaik-baiknya oleh Allah. Bahkan daun yang jatuh di tengah hutan pun merupakan kehendak yang pasti diketahui Allah. Entah mengapa, selama saya melaksanakan umroh, saya dikelilingi oleh orang-orang yang bisa dikatakan sudah cukup umur namun belum menikah. Pada awalnya, saya satu kamar dengan seorang ibu yang hanya 2 tahun lebih muda dari ibu saya, namun belakangan saya baru tau bahwa di umurnya yang sudah lewat setengah abad, beliau belum menikah. Beliau ke tanah suci bersama dengan seorang kakak perempuannya yang juga belum menikah. Dalam perjalanan di bis, saya berkenalan dengan seseorang yang kemudian duduk di samping saya. Dan kembali saya mendapati bahwa orang yang pertama duduk dengan saya juga belum menikah hingga usia 36 tahun. Di kota yang berbeda, orang kedua yang duduk dengan saya juga belum menikah di usianya yang ke 38 tahun. Tidak berhenti sampai disitu, saya juga menemukan teman-teman rombongan lainnya yang belum menikah sampai usia rata-rata di atas 40 tahun.

Saya yakin setiap orang datang ke tanah suci dengan masalah dan harapannya masing-masing. Dan sungguh kehadiran mereka yang saya temui menyadarkan saya bahwa setiap orang memiliki masalah pribadi yang beraneka macam. Dan bisa jadi sangat berat. Terkadang, kita suka merasa mengasihani diri karena masalah kita sendiri, padahal bisa jadi orang lain punya masalah yang jauuuh lebih berat dari kita. Saya yakin, belum menikah hingga usia lanjut adalah salah satu masalah yang memberatkan hati. Bagaimana tidak, nyaris setiap saat mereka harus mengulang jawaban dan perkataan yang sama,

“Pergi sama siapa bu?”

“Sendiri aja”

“Nggak sama suaminya bu?”

“Saya belum nikah…”

“Oh…maaf bu”

“Nggak apa-apa”. Tersenyum.

Sungguh nyaris setiap saat percakapan tersebut terulang. Dan kesabaran macam apa yang diberikan pada mereka hingga mereka tetap bisa menjawab dengan tenang dan baik pertanyaan-pertanyaan yang menyusahkan hati tersebut. Ada hal-hal yang rasanya mudah bagi seseorang, namun begitu sulit bagi orang lain. Begitu pula sebaliknya. Maka tidak pantaslah saya mengeluh, tidak pantaslah saya protes akan suatu ketetapan. Bersyukur. Bersyukur. Bersyukur. Allah sudah terlalu baik pada saya. Lagipula, Allah sudah mengukur kemampuan setiap hamba-Nya sebelum memberinya ujian. Ah ya, ujian yang lebih sulit memang hanya untuk mereka yang tingkatannya lebih tinggi.

Kedua,

Saya belajar mengenal lagi diri sendiri di sana. Sekaligus belajar mengurangi kelemahan-kelemahan diri sendiri. Saya belajar mengalah. Ditambah bentuk tau diri bahwa dalam rombongan saya termasuk usia muda. Saya tidur tanpa AC karena teman sekamar yang tidak kuat dingin, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan di rumah. Saya juga menghabiskan 80-90% waktu sholat sendirian dikarenakan sulitnya menyatukan keinginan dengan yang lain. Misalnya saja, ketika saya ingin thawaf sunnah sebelum shalat fardhu, namun yang lain tidak. Mau tidak mau saya berangkat sendiri. Atau ketika yang lain memutuskan untuk shalat di hotel, dan saya merasa rugi kalau harus melewatkan shalat di Nabawi atau Masjidil Haram, maka lagi-lagi saya sendiri. Namun, banyaknya waktu sendiri ke masjid ternyata bisa membuat ibadah lebih khusyuk. Saat-saat jeda shalat bisa dimanfaatkan untuk berdzikir atau tilawah dibanding mengobrol. Mencari shaf shalat pun tidak terlalu susah bila hanya untuk satu orang. Dengan sendiri, saya juga lebih berani mencoba-coba hal baru semisal melihat-lihat bagian lain masjid atau shalat di tempat yang bukan biasanya.

Ketiga,

Saya banyak sekali menemukan anak-anak yang sangat berbakti kepada orangtuanya. Mulai dari anak yang membiayai umroh orangtuanya, mengantarkan kemana-mana, mendorongkan kursi rodanya, sampai dengan sabarnya menunggui orangtuanya yang biasanya lebih lambat dalam melaksanakan sesuatu. Ada satu orang jamaah yang saya kagumi, karena ia membawa kedua orangtuanya yang sudah sangat tua dan pikun. Terkadang orangtuanya tidak ingat waktu shalat, terkadang ia mengaku sudah shalat Subuh padahal waktu menunjukkan masih pukul 03.30 pagi. Sang anak dengan sabarnya meladeni orangtuanya, kemudian meminta maaf kepada jamaah lain atas tingkah orangtuanya. Saya yakin besar sekali pahala yang Allah janjikan padanya bila ia ikhlas.

Hikmah-hikmah yang saya dapatkan tersebut saya anggap keberkahan dari tanah suci. Keberkahan artinya bertambahnya kebaikan, dan semoga hikmah-hikmah tersebut menjadikan saya hamba yang lebih tunduk kepada Tuhannya. Aamiin….🙂

 

4 thoughts on “Hikmah Umroh

  1. thanks utk sharenya mb. maaf blh tanya, kl sdg umroh apa boleh pakai gamis warna selain putih? di foto mb ini sy liat mb pakai gamis hitam, bhn apa ya sebaiknya, jersey atau katun? sy jg insya Allah berangkat akhir april bsk. kabarnya cuaca dsana menjelang musim panas kl april. mohon masukannya mb. trimakasih ya

  2. Assalamu’alaykum mba, mau tanya.. mba umroh sendiri? InsyaAllah saya berangkat sendiri tahun depan, saya mau tanya ada tips untuk perempuan yang umroh belum nikah sendirian kah mba? terimakasih sebelumnya.

    • Wa’alaykumussalam wr wb. Saya berangkat rame-an sebenarnya😀 sama teman2 kantor, cuma yang mahram memang ada kakak laki2 saya. Tapi disana saya ketemu banyak perempuan single yang umroh sendiri kok mbak. Insya Allah gpp karena banyak teman dalam jamaah travel🙂 semoga lancar ya rencana umrohnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s