Hidup adalah Pengulangan Sejarah

Benarkah hidup itu hanya pengulangan sejarah? Misalnya saja, dulu kita sewaktu SD pernah ketahuan nyontek sama guru, terus dihukum. Waktu berlalu, kita jadi dewasa dan bekerja sebagai seorang guru. Ternyata, kita pun menghukum murid SD yang ketahuan menyontek. Atau dulu kita pernah ngeledekin temen kita karena salah pake baju seragam. Terus sekarang, kita diledekin karena pernah pake baju kebalik, misalnya.

Betul gak sih hidup cuma pengulangan sejarah?

Kejadian-kejadiannya sebenarnya sudah pernah terjadi, tapi mungkin hanya berbeda tokoh dan penempatan. Misal dulu kita sebagai subjek, tapi sekarang sebagai objek. Dengan predikat yang sama. Bisa jadi penokohannya juga beda.

Setidaknya, saya pernah ngerasain dua kali kalau hidup itu adalah pengulangan sejarah. Kejadian yang pernah terjadi sepuluh tahun lalu, terulang sejarahnya dengan perubahan subjek-objek dan tokoh. Kejadian tiga tahun lalu, juga terulang dengan pola yang sama. Sama tokoh, bertukaran subjek dan objeknya.

Jika seperti itu, lalu apa hidup artinya akan mudah ditebak? Rasa-rasanya nggak juga sih ya. Cuma mungkin akan lebih mudah dikira-kira karena sudah pernah ada kasus yang sama.

Kalau hidup adalah pengulangan sejarah, bisa jadi yang terjadi hari ini akan terulang sepuluh, lima belas tahun ke depan. Bertukar subjek menjadi objek. Bertukar tokoh dan latar waktu. Dan membayangkannya, kok agak ngeri ya. Yaudah sih ya, jalanin aja. Yang enak ya disyukurin, yang gak enak ya disabar-sabarin. Kadang manis, kadang pait. Hahahaha…. Ya, namanya juga idup :p

One thought on “Hidup adalah Pengulangan Sejarah

  1. menurutku bukan hanya perseorangan saja tapi semua manusia yang ada di bumi selalu ada pengulangan hidup (Sejarah) seperti “gelombang”
    contoh : seperti sejarah kaum muslim , sebelum nabi Muhammad lahir islam adalah agama yang kosong tetapi setelah nabi muhammad dewasa islam berada di puncak gelombang. Islam mulai menurun lagi setelah nabi muhammad meninggal dan sekarang (pada zaman ini) islam sedang naik mencoba kembali ke puncak.
    begitulah seterusnya ada kala naik ada kala turun seperti gelombang (frekuensi)
    Pernahkah memikirkannya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s