Merencanakan Keuangan

Sejak memiliki penghasilan sendiri mulai pertengahan 2010, hal-hal terkait keuangan pribadi otomatis berubah drastis. Dari yang biasanya cuma nadah ke orangtua, mulai dari uang transport sampai beli barang ini-itu, menjadi memiliki ‘harta karun’ sendiri berupa gaji tetap setiap bulannya. Widiiiih… Sepintas, masa-masa ini menjadi sangat menyenangkan, maklum euforia “nikmatin uang dari hasil keringat sendiri” sangat tinggi.

Tapi, lama kelamaan saya mulai sadar, saya harus sangat hati-hati dalam mempergunakan uang. Salah-salah, uang gaji hanya akan habis seiring habisnya hari di bulan tersebut. Boro-boro mikirin investasi, nyisain di tabungan aja bisa-bisa susah kalo salah mengelola keuangan.

Akhirnya, saya bikin perencanaan kecil-kecilan. Intinya, ini duit gaji sebulan mau diapain aja? Saya bukan tipe orang yang medit sehingga seluruh dana ditabung demi masa depan yang cerah tapi masa kini yang suram, tapi saya juga bukan tipe orang yang sukanya ngabisin apa yang ada di tangan, untuk besok? Pikirin nanti aja. No way. Saya pertengahan aja.

Pada prinsipnya, uang yang saya punya harus bisa mencukupi kebutuhan pribadi yang pasti muncul setiap bulan seperti: biaya transport, pulsa, beli softlens (mayan mahal bok!), zakat, sedekah, dll sehingga saya tidak perlu lagi nadah ke ortu untuk kebutuhan rutin tersebut. Setelah itu, saya harus pikirkan biaya-biaya sekunder namun signifikan seperti kebutuhan bersosialisasi (hang out bareng temen, nonton, makan, kondangan, dll), biaya entertain diri sendiri (salon, beli sepatu/tas baru, dll), biaya upgrading ilmu (beli buku, uang les, dll), biaya liburan, dan biaya kebutuhan rumah. Walaupun orangtua saya tidak pernah meminta saya menanggung sepeserpun dari kebutuhan rumah, namun saya selalu menyisihkan pendapatan saya untuk belanja kebutuhan rumah seperti minyak, sabun, shampo, teh, gula, supermi, dll sehingga walau bisa jadi tidak signifikan tapi saya bisa sedikit meringankan pengeluaran ortu.

Biaya sekunder ini bisa beda-beda tiap orang, tapi pada intinya saya merasa berhak menyisihkan pendapatan saya untuk kesenangan saya sendiri. Jangan pelit-pelit lah sama diri sendiri, asal perencanaannya benar, bikin diri sendiri happy itu gak dosa dan bukan pemborosan kok.😀

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam alokasi uang pendapatan adalah kebutuhan untuk menabung atau investasi. Ini penting sebab jika tidak direncanakan maka uang bisa habis begitu saja. Maka saya juga merencanakannya kecil-kecilan. Setiap bulannya, minimal 1/3 dari gaji harus mengendap di tabungan. Saya gak tau secara teori jumlah tersebut bener atau nggak sih, itu itung-itungan pribadi aja menyesuaikan dengan pengeluaran.

Selain itu, menyisihkan uang untuk mulai berinvestasi juga penting. Tujuan investasi tiap orang bisa jadi beda-beda, ada yang untuk biaya kuliah lagi, biaya pernikahan, biaya traveling, dll. Instrumennya pun beda-beda, ada yang pakai reksadana, emas, saham, dan sebagainya. Saya sendiri baru memulai dengan emas batangan / logam mulia (bukan perhiasan ya🙂 ). Jadi, saya sisihkan sebagian pendapatan untuk dikumpulkan dan kalau sudah cukup bisa dibelikan emas. Mengkonversi kas menjadi emas somehow menyenangkan karena selain emas akan menjaga nilai uang, harta kita relatif akan utuh karena dalam mindset emas itu untuk disimpan, bukan dibelanjakan. Beda dengan uang kas yang apabila sewaktu-waktu kita khilaf maka bisa dibelanjakan untuk hal yang bisa jadi sebenarnya tidak terlalu urgen.

Apabila kita sudah bisa menyisihkan untuk membayar asuransi, maka itu lebih baik lagi. Saya sendiri belum memiliki asuransi lain selain jamsostek yang sudah wajib dari  kantor. Ada potongan tiap bulannya untuk JHT yang langsung dipotong dari gaji, jadi tidak perlu pusing. Namun bagi yang membeli asuransi sendiri tentu perlu direncanakan dengan cermat berapa jumlah premi yang harus dan mampu dibayar tiap bulannya.

Nah, demikian sedikit sharing dari saya dalam mengelola uang. Saya tau persis banyak orang yang lebih pandai dari saya dalam mengelola uangnya, namun mudah-mudahan gambaran dari saya memberikan sedikit pencerahan bagi teman-teman yang masih galau akan kondisi keuangannya. Kadang, mengelola keuangan bukan masalah besar kecilnya pendapatan. Tapi kemampuan untuk merencanakan dan kemauan untuk disiplin terhadap rencana tersebut. Happy planning!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s