Like an endless drama

Sebuah BBM siang,

“AR, gue mau cerita. 

Dulu pas SMA, gue daftar aksel. Karena cita-cita gue kan jadi dokter. Kuliah di kedokteran kan lama tuh, makanya gue mau masuk aksel biar lebih hemat umur.

Eh, ternyata gue ditolak.

Tau kenapa?

Karena menurut pihak sekolah, gaji orangtua gue gak mencukupi untuk ngebayar biaya aksel yang mahal. Padahal, salah seorang guru gue meyakini bahwa motivasi gue kuat dan nilai gue mencukupi. Yang bikin lebih sakit hati, ada temen gue yang lebih bego dari gue ternyata diterima di aksel, karena dia orang kaya.

Saat itu, gue ngerasa universe gak adil banget sama gue. 

But when I see it now, gue bersyukur gak masuk aksel. Karena ternyata gue bisa punya sahabat dan pengalaman yang seru yang mungkin gak gue dapetin kalo masuk aksel.

So, jangan pernah ngerasa universe gak adil sama lo cuy… Universe bukan mau ngeledekin lo, tapi berarti lo masih disayang tuh… Masih diperhatiin. Biar gak kebablasan😀

Tetep berdo’a, bersyukur, berprasangka baiklah.

You will be wiser after this.”

*yang nerima bbmnya langsung mewek*

2 thoughts on “Like an endless drama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s