Sekilas Tentang Childcare di Australia

Hari ini saya berkesempatan ngobrol dengan seorang kenalan yang sudah berkecimpung di dunia per-childcare-an di Sydney selama sekitar 12 tahun. Saya ga tau banyak tentang childcare. Selama di Indo, bayangan saya tentang childcare cuma terbatas pada “tempat penitipan anak” thok. Saya orang yang gak anti sama childcare, tapi saya gak menutup mata bahwa di Indo masih banyak orang berpendapat bahwa orangtua yang nitipin anaknya di childcare seakan orangtua yang gak pedulian, yang mentingin karir, yang ngutamain nyari duit, dan yang gak mau ribet ngurus anak sendiri. Apalagi ditambah fakta-fakta bahwa ada petugas childcare di Indo yang memperlakukan anak secara buruk, makinlah memperkuat kepercayaan bahwa childcare bukanlah solusi pengasuhan sementara untuk anak.

However, hasil ngobrol panjang ini membuat saya berdecak kagum sekaligus geleng-geleng kepala juga dengan sistem childcare di Australia. Beberapa akan coba saya share disini ya!🙂

1. Childcare disini mahalnya amit-amit. Biaya untuk satu orang anak berkisar antara $100-125 per hari. Kebayang gak kalo punya anak tiga dan semuanya dititip ke childcare? Oh tidaaakkk… Tapi tenang dulu, ternyata, kalau kedua orangtuanya bekerja, maka pemerintah akan ngebayarin biaya childcare untuk anak mereka. Alasannya logis sih, kedua orangtua yang bekerja akan membayar pajak untuk negara. Untuk itu, sebagai timbal balik, negara akan bayarin biaya childcare anak mereka yang gak mungkin mereka bawa ke tempat kerja toh. Kalau hanya satu orangtua yang bekerja, mereka gak dapet pembayaran itu. Alasannya, kalo lo gak kerja, ngapain mesti nitipin  anak lo ke childcare?? Urus sendiri lah! Kalo pun mau masukkin childcare, pake duit sendiri, negara gak bayarin. Hehehe…

2. Anak diantar ke childcare harus dalam keadaan rapi jali. No excuse. Childcare tidak akan mau dan tidak ada adegan mandi2 in anak orang. Satu, itu tanggung jawab orang tua. Dua, mencegah hal-hal semacam sexual harassment kepada anak. Tiga, mencegah penularan penyakit2 tertentu antar anak.

3. Terkait dengan mencegah penularan penyakit tertentu pada anak, banyak aturan childcare yang agak-agak remfong juga. Yah namanya juga ostrali sebagai negara yang duile parnonya ama hepatitis dan tbc. Childcare tidak diperkenankan menggunting kuku anak. Khawatir penyebaran penyakit via gunting kuku. Childcare tidak diperbolehkan mencuci baju anak. Kalau ada anak yang ngompol dan sejenisnya, petugas akan menggantikan nappies nya dengan ‘pengamanan’ khusus. Baju dan celana kotor anak akan dimasukkan ke kantung plastik, diberi nama, dipisahkan. Intinya, mencegah si petugas childcare terkontaminasi dengan penyakit2 tertentu anak karena beliau akan berinteraksi dengan anak lainnya juga.

4. Larangan memberi makan yang mengandung kacang-kacangan (terutama kacang tanah) bagi anak. Entah kenapa banyak anak disini yang alergi kacangnya heboh. Heboh dalam arti bisa sampai mengakibatkan kematian. Pernah ada kejadian, anak memakan roti selai kacang milik temannya, alerginya kambuh, gak sempat tertolong di rumah sakit, kemudian meninggal. Dan tentu saja pendataan alergi makanan pada anak sudah ketat sejak awal anak masuk ke childcare. Mencakup tingkat keseriusan alergi si anak.

5. Childcare ketat dalam memberlakukan jam pengasuhan. Orangtua yang terlambat menjemput anaknya di childcare, akan di charge $3 per menit. Dalam kondisi tertentu, misal sampai 30 menit keterlambatan penjemputan, childcare akan membawa anak ke kantor polisi. Bagi childcare, artinya orangtua ini gak becus mengurus anak. Wong jemput di childcare aja kok bisa telat? Biaya denda akan langsung kedebit di bank account orangtua. Tapi, menurut kenalan saya, bukan duitnya yang dikejar sama childcare sebagai upaya membuat jera orangtua, tapi orangtua akan dapat peringatan setiap kali ia terlambat menjemput anaknya. Sampai 3 kali terlambat, dapat surat peringatan resmi. Hal ini juga berlaku bagi orangtua yang menjemput anak dengan bau alkohol. Bila petugas childcare menemukan orangtua yang bau alkohol saat menjemput anaknya, childcare berhak tidak menyerahkan anaknya pada si orangtua dan menyerahkan si anak ke kantor polisi. Haiyah…. tapi masuk akal sih.

6. Pemilihan karyawan childcare gak main-main. Menurut kenalan saya itu, childcare terhubung langsung dengan data di kepolisian, termasuk data kriminal di dalam dan luar Australia. Track record buruk dikit, gak bakal diterima. Makanya, dia sempet bingung kenapa pedofil kelas kakap di Kanada kok bisa ngajar 10 tahun di sekolah internasional di Jakarta. Kemampuan yang dipelajari para tenaga childcare juga tidak sekadar kemampuan psikologi, tapi juga kedokteran bahkan kemampuan memasak (belajar dengan chef dan tenaga pangan beneran untuk nutrisi makanan anak yang disediakan childcare).

7. Safety bagi anak nomer satu. Layout childcare jadi hal yang sangat penting. Dapur dan ruang bermain anak gak boleh terhubung langsung (blong tanpa pintu gitu). Toilet harus toilet ramah anak. Nggak boleh disamain sama toilet dewasa. De el el yang saya dengernya rebet juga ya. Hahaha…. Proses pengajuan izin membangun childcare membutuhkan waktu yang sangat lama. Ada seorang temannya mengurus izin pendirian childcare di Sydney sampai satu tahun belum turun juga. Assessment gedung, lingkungan, luas tanah, daaaaaan segala macemnya jadi hal yang penting buat pemerintah.

8. Ditinggal di childcare bukan tanpa pengawasan dan pendidikan. Childcare punya kurikulum yang jelas terkait pembelajaran anak di setiap tahap pertumbuhannya. Termasuk report kepada orangtua secara berkala. Report dan meeting dengan ortu ini hal yang penting, karena juga sebagai bahan pertanggungjawaban ke pemerintah. Ini juga diakui sama ibu-ibu Indonesia yang saya kenal disini. Mereka senang masukkin anaknya ke childcare karena kurikulumnya bagus, sekaligus mengajari anak untuk bersosialisasi dan melatih kemampuan bahasa si anak. Yang gak senang pas bayarnya aja. Ngahahaha…

9. Pemerintah akan mengadakan assessment terhadap childcare secara berkala. Meliputi kurikulum yang diberikan, tenaga pengajar, tingkat kebersihan, dan segala macem. Maka itu childcare juga ga bisa semena-mena dalam menjalankan bisnisnya.

10. Childcare berperan sebagai partner orangtua dalam mengasuh anak. Bukan pemindahan tanggungjawab pengasuhan anak. Itu sebabnya childcare juga agak ‘galak’ kepada orangtua. Sebagai timbal baliknya, orangtua mengharapkan childcare bisa memberikan pembelajaran2 yang tidak semuanya bisa dicover oleh orangtua dan tentu saja perlakuan serta fasilitas yang baik untuk anaknya.

Nah, itu sekilas cerita terkait childcare disini hasil ngobrol-ngobrol saya. Bisa jadi ada perbedaan satu atau dua hal dengan childcare lainnya di Asutralia, tapi biasanya gak berbeda jauh. Dari hasil ngobrol sama ibu-ibu disini juga saya menangkap informasi yang serupa. Gue pikir sih…. ya ada harga ada rupa ya. Hahaha…. lha wong bayarnya mahal banget, masa gak bagus. (Eh tapi di sekolah internasional di Jakarta itu udah mahal2 tetep aja ya ada kecolongan *sedih banget kalo soal yang ini* ). Yang gue seneng adalah adanya keseriusan untuk mewujudkan kondisi yang ramah anak. Walau gimanapun, anak itu kan manusia juga, sama kayak kita, sudah sepatutnya mereka dapat perlakuan yang juga baik dan manusiawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s