Satu Tahun

16 Februari 2014

Hujan rintik menyambut saat pertama kali saya keluar bandara Kingsford Smith Airport. Hmm, begini ya Sydney di penghujung musim panas. Dua puluh lima derajat celcius, ditambah gemericik hujan, tidak terlalu panas dibandingkan Jakarta-Depok yang saat itu panasnya bisa mencapai 35 derajat. Saya masuk ke dalam taksi yang akan membawa saya ke tempat tinggal sementara, menatap setiap jengkal jalanan dari pinggir jendela taksi, memperhatikan lalu lalang kendaraan dan gedung-gedung bertingkat di sepanjang jalan. Ah, akhirnya, ternyata disini rejeki saya!

Tepat satu tahun lalu, saya menginjakkan kaki di Sydney. Sebuah kota yang benar-benar baru, dalam negara dan benua yang juga baru. Tahun 2012, saya masih berencana kuliah di Singapur. Dalam bayangan saya, saya akan tinggal dan kuliah di Singapur, sampai-sampai saya lebih dulu traveling ke Singapur di awal 2012 untuk merasakan sendiri suasana kota dan negaranya. Apa daya, setelah serangkaian tes, saya dinyatakan tidak lulus ke kampus yang diinginkan. Sedih sih, tapi bukan rejeki, ya gapapa. Setengah tahun setelah itu saya sempat vakum untuk mencari beasiswa. Bingung. Bingung mau ambil kuliah kemana lagi. Dalam otak saya saat itu emang cuma ada Singapur. Gak kepikiran negara lain.

Begitulah saat kita terlalu berfokus pada satu hal tanpa melihat kesempatan lain yang terbuka luas di sekitar kita. Untungnya, Allah baik dan memberi saya pikiran untuk merambah benua lain melalui obrolan dengan kawan-kawan. Awalnya, saya ingin daftar ke New Zealand, namun dengan beberapa pertimbangan, termasuk karena jurusan yang saya ambil adanya di Australi, akhirnya saya memutuskan memilih Australia. Daftar kampus, daftar beasiswa, urus ini itu, voila! Tiba-tiba saya udah ada di Sydney. Bedaaaa banget prosesnya kayak waktu saya daftar ke Singapur kemarin. Kali ini, saya merasa semua proses lancar tanpa drama-drama yang berarti. Membuat saya makin yakin bahwa kita akan dimudahkan untuk sesuatu yang ditakdirkan untuk kita.

Satu tahun di Sydney, banyak banget pengalaman dan kejadian yang berkesan buat saya. Bagi banyak orang, kuliah di luar negeri itu enak. Memang betul enak. Apalagi kalau dilihatnya dari postingan facebook. Bisa jalan-jalan ke tempat wisata yang keren-keren, bisa nyobain makanan yang enak-enak, bisa ngelakuin kegiatan yang gak ada di indonesia, bisa melatih kemampuan bahasa, bisa menambah kenalan dan koneksi, bisa merasakan sistem pembelajaran yang baru, bisa merasakan kehidupan di negara maju, bisa main salju, bisa ini, bisa itu. Kuliah di luar negeri bikin banyak orang iri. Saya pun bersyukur sekali. Terlalu banyak hal menyenangkan yang terjadi disini.

Tapi tentu kisah-kisah di balik layar nggak bisa kita lupakan begitu saja. Namanya juga hidup. Kalo ada seneng, pasti ada sedihnya. Di balik postingan kebahagiaan selesai ujian, ada malam-malam tanpa tidur di gedung kampus, ada tangisan hasil stress perkuliahan, ada kantung mata yang membesar dan menghitam. Di balik tawa bahagia bersama teman dan kenalan baru, ada air mata yang selalu jatuh tiap rindu dengan keluarga, ada rasa perih saat berhari raya tidak bersama keluarga, ada masa-masa sakit dan sendiri. Di balik foto-foto dengan wajah ceria di landmark setiap kota, ada masa-masa kesulitan memahami bahasa yang diucapkan orang lokal, ada culture shock, ada kejadian-kejadian rasis yang tidak dipungkiri tetap ada dan meninggalkan bekas tersendiri.

Begitulah. Satu tahun memberi saya banyak pelajaran. Akan semua nikmat maupun ujian yang saya rasakan selama di sini, saya hanya bisa mengumpulkannya dalam satu kata: alhamdulillah🙂

Perjuangan belum selesai, masih ada beberapa bulan lagi (Insya Allah). Semoga, semoga selalu dimudahkan😉

Alhamdulillah

Alhamdulillah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s