FTV Bikin Senewen

Alkisah, di suatu hari yang cerah dan indah, gue yang lagi kurang kerjaan menyalakan tv dan mencari acara yang menarik. Setelah berganti-ganti channel, apa daya hanya ada FTV diantara acara-acara yang kurang kece. Gue lupa judulnya apa FTV ini. Yang jelas, kisahnya bercerita tentang seorang perempuan namanya Juleha. Juleha ini diceritakan sebagai orang yang miskin, hidup berdua sama ibunya, dan bekerja sebagai cleaning service. Walau miskin, Juleha dan ibunya punya mimpi yang sama, yakni agar Juleha bisa punya suami yang kaya raya. Oh sungguh mulia~

Jadi, dimulailah perjalanan Juleha mencari pasangan yang kaya. Oya, Juleha ini emang chantique banget yah jadi bisalah bikin cowok-cowok klepek2, kalo lagi berada diantara cleaning service, doi keliatan paling kinclong. Juleha sadar, bahwa dengan posisi nya sebagai cleaning service doi gak akan bisa ngegaet cowok kaya, maka kalau doi lagi pengen pdkt dengan seorang cowok tajir, doi berubah. Penampilan di make over layaknya cewek2 kaya sosialita dan nama pun diubah dari Juleha menjadi July. Syalala~

Kebetulan, Juleha alias July punya sahabat yang kerja di tempat londri, alhasil dengan bujuk rayu, Juleha selalu bisa meminjam baju2 mahal dan modis yang sedang dititipkan untuk di londri. Totalitas Juleee!

Pada suatu hari, bertemulah Juleha dengan pria idamannya. Ganteng, bawa mobil, banyak duit, ow owww tentu saja Juleha langsung kesengsem sama cowok yang memenuhi kriteria duniawi doi dan ibunya ini. Kita sebut saja cowok ini namanya Adit. Tak butuh waktu lama, bermodal kedip2 dan kibas rambut, akhirnya Juleha berhasil pacaran dengan lelaki yang mementingkan hal-hal artifisial dari seorang perempuan ini. Tak lama pacaran, Adit sudah langsung mau memperkenalkan Juleha ke orangtuanya. Wooww… Juleha dan ibunya tentu girang bukan kepalang. Suami tajir di depan mata!

Tetapi oh tetapi, ada yang bersedih dibalik kebahagiaan Juleha dan pacar barunya. Orang itu adalah Joko. Joko adalah teman sesama cleaning service yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Juleha. Diam-diam, Joko sudah lama memendam rasa pada Juleha yang chantique mempesona ini. Apa daya, Joko yang asli Jawa dan bicaranya super medhok itu hanyalah seorang cleaning service yang tentu tidak akan dilirik oleh Juleha untuk dijadikan pasangan. Namun, Joko yang baik hati ini tetap membantu Juleha dalam banyak hal. Joko yang polos terjerat dalam friendzone, kacungzone, disuruhsuruh-zone, dan zone zone lainnya. Sabar eaa Joko.

Pada saat Juleha menyampaikan ke ibunya bahwa ia akan dilamar oleh Adit dan dibelikan cincin berlian mahal, Joko yang saat itu sedang berkunjung ke rumah Juleha mendadak lemas. Wajahnya sedih dan semangatnya pupus. Ibu Juleha yang melihat hal ini pun langsung mendekati Joko. Kebetulan saat itu Juleha sedang masuk kamar untuk menerima telpon dari Adit. Dengan jiwa keibuannya, sang Ibu bicara penuh kelembutan kepada Joko, “Joko, elu sabar ye, emak tau elu naksir ama Juleha, cuma gimana ya… Elu kan tau emak pengen punya menantu kaya”. Sungguh menginspirasi, saya nyaris menitikkan air mata.

Kita kembali ke Juleha. Walau senang akan dikenalkan dengan orangtua Adit, Juleha resah. Sebab, pada suatu ketika Juleha baru menyadari bahwa ibunya Adit adalah bos di kantor Juleha yang paling galak. What a coincidence yah pemirsah! Akhirnya, saat Juleha dan ibunya diajak makan malam bersama di sebuah resto mahal oleh Adit dan ibunya, Juleha bela-belain memakai masker dengan alasan sedang sakit flu agar ibuk bos tidak menyadari bahwa calon mantunya adalah cleaning service kantornya yang paling sering ia marahi karena tidak becus kerjanya. Kejadian selanjutnya adalah upaya kucing2an Juleha dengan ibuk bos saat ia sedang menjadi July. Termasuk menyembunyikan identitas asli ia dan ibunya di depan Adit. Setiap Adit mengantarnya pulang, Juleha selalu berhenti di sebuah rumah gedong yang ia akui sebagai rumahnya kepada Adit dan dadah dadah cantiq sampai mobil Adit pergi. Ketika situasi sudah aman, Juleha langsung melepas high heelsnya dan jalan kaki masuk kampung di belakang perumahan mewah tersebut.

Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Singkat cerita, ibuk bos akhirnya tau bahwa July sang calon menantu adalah cleaning service di kantornya. Merasa dibohongi, ibuk bos ngamuk dan memecat Juleha saat itu juga. Joko si baik hati tentu tergerak jiwanya melihat pujaan hati dipecat begitu saja. Joko pun berusaha membela Juleha dan ibuk bos yang sedang emosi akhirnya memecat Joko juga.

Juleha dan Joko pun akhirnya berjalan lunglai keluar kantor. Juleha gak jadi dilamar, gak jadi dapet cincin berlian, dan kehilangan pekerjaan. Joko juga kehilangan pekerjaan dan memutuskan akan pulang kampung. Juleha pun bertambah sedih. Sudah kehilangan pacar, sekarang kehilangan teman baik yang gampang disuruh-suruh pula. Kan cedih.

Singkat cerita, tiba-tiba setting film berubah menjadi “6 bulan kemudian”. Enam bulan kemudian, datanglah sebuah mobil mewah ke rumah sederhana Juleha. Juleha dan ibunya yang sedang bersantai di halaman rumah tentu terkejut. Aih, mobil mewah. Apakah ini jawaban atas segala doa?? Begitu mungkin mereka membatin.

Belum habis rasa terkejutnya, keluarlah seorang ibu berwajah ningrat berperawakan gemuk, bersanggul dan berkebaya sambil kipas-kipas (i know you guys can imagine!).

“Betul ini rumah Juleha?”. Tanya nya dengan logat jawanya yang anggun berwibawa. Juleha dan ibunya yang masih terkejut hanya bisa mengangguk. Tiba-tiba, keluarlah sesosok pria gagah dan tampan dari dalam mobil. Dengan sedikit mengibaskan rambut klimisnya, dia menyapa, “Hai Juleha” 

Juleha terpana sekaligus kaget. Ia mengucek-ucek matanya memastikan, “Jok…Joko… Ini elu kan Jok??”

Joko dengan senyum tipis ala putra keraton pun menjawab, “Iya Juleha, ini aku Joko. Kamu masa sudah tidak mengenali aku?”. ASLI ILANG MEN MEDHOKNYA. Oke marilah kita berprasangka baik bahwa selama bekerja sebagai cleaning service Joko hanya berpura-pura medhok atau kepergian beberapa bulan membuat logatnya berubah total.

“Saya ingin melamar Juleha sebagai calon istri anak saya”. Tanpa basa basi si ibu ningrat mengutarakan maksud kedatangannya. Mungkin juga karena durasi film yang sudah kelamaan.  Juleha dan ibunya pun saling pandang tak percaya. Mereka tak henti-henti memandangi mobil mewah Joko dan ibunya dan kemudian berkata, “Akhirnya Juleeee…. alhamdulillah doa kita terkabuuuullll”

TAMAT.

Kemudian gue hanya bisa terpana memandangi FTV yang sudah tamat itu. Bener nih udah tamat?? Seriusan?? Begitu akhirnya?? Trus, apa pesan moral dan nasihat kehidupan yang bisa gue petik dari acara yang gue tonton nyaris 2 jam itu?? Apaaaa????

*sabar nis sabar*

Gue rasa hikmah yang bisa gue dapat adalah jangan menghabiskan waktu untuk nonton acara yang sia-sia. Disaat orang-orang sibuk membangun bisnis, memberantas korupsi, memerangi narkoba dan membantu korban perang, gue malah menonton kisah tentang seorang wanita gold digger. Begitulah. Sedih barbie.

_____________

Wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya niscaya kamu beruntung.

(HR Muslim)

 

 

2 thoughts on “FTV Bikin Senewen

  1. Hikmahnya lo sabar banget nonton ini sampai kelar. Btw, teman gw scriptwriter FTV cinta remaja gitu. Orangnya kalem, pendiam. Ga nyangka FTVnya gitu deh ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s